Skandal Dokumen Palsu Guncang Sepak Bola Malaysia, FIFA Batalkan Tiga Hasil Pertandingan

Skandal Dokumen Palsu Guncang Sepak Bola Malaysia, FIFA Batalkan Tiga Hasil Pertandingan

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah membatalkan hasil tiga pertandingan persahabatan internasional Malaysia setelah menemukan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam skandal pemalsuan dokumen yang semakin meluas. Keputusan ini, yang diumumkan pada 17 Desember 2025, mengubah kemenangan dan hasil imbang Malaysia menjadi kekalahan 3-0 secara walkover atau forfeit.

Keputusan tersebut merupakan pukulan terbaru bagi sepak bola Malaysia, yang telah menghadapi pengawasan ketat sejak https://www.kabarmalaysia.com/ September 2025 ketika FIFA menjatuhkan sanksi awal atas penggunaan dokumen palsu untuk tujuh pemain naturalisasi.

Detail Pelanggaran dan Sanksi

Skandal ini berakar dari proses naturalisasi tujuh pemain kelahiran luar negeri—Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano—yang diklaim memiliki garis keturunan Malaysia melalui kakek-nenek mereka. Penyelidikan FIFA menemukan bahwa dokumen akta kelahiran yang diserahkan untuk membuktikan klaim tersebut telah dipalsukan, dengan kakek-nenek para pemain tersebut sebenarnya lahir di Argentina, Brasil, Spanyol, dan Belanda.

FIFA sebelumnya telah menolak banding FAM pada November 2025 dan menjatuhkan sanksi berikut:

  • Denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar RM 1,8 juta) untuk FAM.
  • Skorsing 12 bulan dari semua kegiatan terkait sepak bola dan denda individual sebesar 2.000 franc Swiss untuk ketujuh pemain tersebut.

Dalam keputusan terbarunya, komite disiplin FIFA juga menjatuhkan denda tambahan sebesar 10.000 franc Swiss kepada FAM dan mengubah hasil pertandingan persahabatan yang melibatkan para pemain tersebut, yaitu:

  • Hasil imbang 1-1 melawan Tanjung Verde (Cape Verde) pada 29 Mei menjadi kekalahan 3-0.
  • Kemenangan 2-1 melawan Singapura pada 4 September menjadi kekalahan 3-0.
  • Kemenangan 1-0 melawan Palestina pada 8 September menjadi kekalahan 3-0.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Skandal ini memicu kemarahan publik di Malaysia dan menyebabkan peringkat FIFA tim nasional anjlok lima peringkat ke posisi 121 dunia. FAM, yang menyangkal kesalahan dan mengklaim “kesalahan teknis” administratif, menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding atas keputusan terbaru ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Selain sanksi olahraga, FIFA telah meluncurkan investigasi formal terhadap operasional internal FAM dan memberi tahu pihak berwenang di lima negara (Malaysia, Argentina, Brasil, Spanyol, Belanda) mengenai potensi proses pidana terkait pemalsuan dokumen. FAM sendiri telah membentuk komite independen dan akan mengajukan laporan polisi untuk menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas pemalsuan tersebut. FIFPRO, serikat pemain internasional, menyatakan dukungan penuh untuk para pemain, menyebut mereka sebagai korban dalam kasus ini.